Berita Kampus Dialog Lesehan Ala Jokowi di Kampus STISIP-STMIK Widuri
Dialog Lesehan Ala Jokowi di Kampus STISIP-STMIK Widuri27/09/2013Perguruan tinggi berakar dari masyarakat, karena itu berbagai kegiatan hendaknya mendekatkan diri dengan masyarakat. Kampus bukanlah menara gading, karena itu civitas akademinya seharusnya berperan aktif dalam memecahkan masalah-masalah sosial masyarakat, bangsa dan negara melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.Atas dasar itu, STISIP Widuri dan STMIK Widuri mengadakan kuliah umum bertajuk “Dialog Bersama Gubernur DKI Jakarta Bapak Joko Widodo (Jokowi): Membangun Jakarta Baru dengan Partisipasi Masyarakat” pada hari Jumat, 27 September 2013. Acara yang digelar di halaman dalam Kampus Widuri, Jalan Palmerah Barat No. 353, Jakarta Selatan sejak pukul 08.00 ini diisi berbagai stan dan display, yakni stan aneka produk tempe Primkopti Semanan, stan aneka produk limbah pabrik Primkopti Semanan, stan LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga), display proses pembuatan kompos, serta stan mahasiswa STISIP dan STMIK Widuri. Sebelum memulai kuliah umum, Jokowi meninjau stan dan display tersebut sambil bertanya jawab dengan penjaga stan dari industri kecil Semanan dan civitas kampus Widuri.Tak kurang 500 orang menghadiri acara ini, dari civitas akademik STISIP dan STIMIK Widuri, perwakilan perguruan tinggi dan SLTA di sekitar kampus Widuri, pejabat Kelurahan Grogol Utara dan Kecamatan Kebayoran Lama, Karang Taruna Grogol Utara, hingga warga sekitar. Sekitar 25 wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik juga datang meliput.Para peserta dan Jokowi melakukan kuliah umum sambil lesehan sehingga tidak ada kesan formal pada acara ini. Panggung juga dibuat hanya setinggi kurang lebih 30 cm dan tanpa mimbar. Acara kuliah umum dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh paduan suara kampus Widuri bersama para hadirin. Kemudian, Ketua Yayasan Dian Agape, Ibu Leonie Radius Prawiro memberikan sambutannya, antara lain menjelaskan bahwa salah satu bangunan di kampus Widuri dibangun atas jasa Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada era 1970-an. Selanjutnya, Ketua STISIP Widuri, Prof Dr Robert MZ Lawang menyampaikan welcome speech menyangkut sejumlah persoalan untuk membangun Jakarta baru dan Indonesia baru.Puncaknya, Jokowi memberikan kuliah umum mencakup berbagai persoalan yang dihadapi di Jakarta dan sejumlah kebijakan yang diambil, seperti penataan pedagang kaki lima, Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), penataan waduk, sistem transportasi, dan perparkiran. Ia menyayangkan terdapat sejumlah rencana Pemerintah DKI Jakarta yang sudah lama direncanakan, bahkan ada yang sampai puluhan tahun, tapi hanya berhenti sebagai wacana, seperti MRT (Mass Rapid Transit) sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan di ibukota. ”Semua hanya rencana, rencana, rencana saja,” katanya.Karena itu, ia melakukan metode blusukan untuk melihat langsung dan lebih jauh persoalan yang terjadi lapangan, membuat kebijakan, dan selanjutnya melakukan eksekusi. Jokowi juga menekankan bahwa berbagai langkah yang diambil memerlukan partisipasi masyarakat. Seperti penataan pedagang di Blok G Tanah Abang oleh Pemda DKI Jakarta perlu dukungan masyarakat untuk berbelanja di situ agar ramai dan para pedagang kecil bisa meraih keuntungan.Jokowi lalu meminta para mahasiswa kampus Widuri untuk berbelanja ke Blok G. ”Sekarang Blok G sudah bersih. Siapa yang belum ke sana? Coba ke sana. Tapi beli ya. Jangan ke mal saja. Tapi ke pasar juga. Di mal enggak apa-apa, tapi lihat-lihat saja. Belanja ke Blok G," katanya berpromosi. Acara diisi oleh tanya-jawab Jokowi dengan para peserta yang diakhiri pukul 11.35 karena Jokowi hendak melakukan sholat Jumat. Acara ditutup dengan penyerahan ”Rekomendasi STISIP Widuri kepada Pemda DKI Jakarta untuk Membangun Jakarta Baru dengan Partisipasi Masyarakat” yang disampaikan Ketua STISIP Widuri, Prof Dr Robert Lawang kepada Jokowi. Lagu Bagimu Negeri dari paduan suara kampus Widuri akhirnya mengiringi kepergian Jokowi dari kampus Widuri.sumber : Panitia Dialog
header
BEBAS UANG SKS!Semua Program StudiTerakreditasi B :S1 Ilmu KomunikasiS1 dan S2 Ilmu Kesejahteraan Sosial
Ketua Yayasan: Leonie Radius PrawiroKetua STISIP Widuri: Prof. Dr. Robert MZ LawangDosen Luar Biasa:Prof. Martha F. Haffey, DSW, MSW, LCSW (Hunter College School of Social Work of the City, University of New York)
search
Search
Jasa Pembuatan Website By IKT